Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless Pada Cisco Packet Tracer
PENGENALAN SUBNET MASK & MEMBUAT JARINGAN WIRELESS
Pada
postingan ini membahas tentang Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan
Wireless pada Cisco Packet Tracer. Pada postingan ini akan dibahas bagaimana cara
untuk membuat jaringan DHCP pada kelas C dengan mengatur subnet mask. Subnet mask adalah teknik pemecahan
jaringan agar lebih efisien, subnet mask
berfungsi untuk membedakan Network ID dan Host ID. Jaringan Wireless adalah kumpulan komputer yang
saling terhubung dengan menggunakan media gelombang. Pada postingan ini akan dibahas bagaimana cara membuat jaringan wireless dengan menggunakan Access
Point.
Langkah-langkah:
- Membuka Cisco Packet Tracer sehingga terlihat lembar kerja
- Membuat desain jaringan, pada praktikum ini saya menggunakan 8 PC, 2 server, 2 Switch, 1 router , dan 1 Access Point.
- Menyambungkan seluruh end device dengan menggunakan pengkabelan straight.
- Setelah seluruh end device sudah terhubung dengan kabel, kemudian mengatur IP Address pada router dengan cara melakukan klik dua kali pada router, memilih menu config selanjutnya mengklik Fast Ethernet 0/0. Setelah itu melakukan setting untuk IP Address dengan mengklik tombol ON lalu mengisi kolom IP Address dengan IP 192.168.0.6 dan subnet mask diisi dengan 255.255.255.248.
- Melakukan hal yang sama pada FastEthernet 0/1. Namun kolom IP Address diisi dengan 172.17.10.20 dan subnet mask diisi dengan 255.255.0.0.
- Langkah-langkah
selanjutnya adalah langkah untuk melakukan pengaturan DHCP pada server.
Dimulai dengan mengatur IP Adress pada server dengan cara berikut,
mengklik dua kali server dan memilih menu IP Configuration kemudian mengatur IP secara static, pada server 0 (skema kiri) mengisi IP
Address dengan 192.168.0.1 subnet mask 255.255.255.248, dan default gateway 192.168.0.6.
- Melakukan hal yang sama untuk server 1 (skema kanan), namun isi IP Address dengan 172.17.10.13 , subnet mask 255.255.0.0 dan default gateway 172.17.10.20.
- Setelah IP pada sever sudah di setting, kemudian masih pada pengaturan server, memilih menu services dan mengkik DHCP pada ,menu yang terdapat disebelah kiri, untuk server 0 mengisi default gateway dengan 192.168.0.6, mengisi Start IP Address dengan 192.168.0.2, mengisi subnet mask dengan 255.255.255.248 kemudian mengisi maximum number of dengan 6 kemudian menekan button save.
- Melakukan hal yang sama untuk server 1, namun mengisi default gateway dengan 172.17.10.20, start IP Address dengan 172.17.10.14, subnet mask dengan 255.255.255.0 dan maximum number of dengan 7.
- Untuk skema kiri , mengatur
DHCP dilakukan dengan mengubah IP pada
masing-masing PC di skema kiri dengan mengklik dua kali end device kemudian memilih menu IP Configuration,dan menekan button DHCP. Jika muncul tulisan
DHCP Request Succesful maka
pengaturan DHCP pada PC tersebut berhasil.
- Untuk skema kanan,
mengaktifkan access point
dilakukan dengan menglik salah satu PC kemudian akan tampil menu physical lalu menekan button Zoom out untuk menampilkan
keseluruhan PC, kemudian mengklik tombol merah untuk mematikan PC. Lalu
melepas LAN card yang ada di PC.
- Selanjutnya untuk memasang WLAN card klik pilihan WMP300N pada menu bagian kiri lalu drag menuju bagian PC yang kosong. Kemudian aktifkan lagi PC dengan menekan kembali tombol merah.
- Melakukan langkan 11-12 ke semua PC yang ingin dihubungkan ke Access Point.
- Berikut ini adalah DHCP yang terdapat pada PC yang terhubung dengan Access Point.
- Melakukan tes PING untuk memastikan apakah semua PC sudah terhubung atau belum, disini saya melakukan PING dari PC skema kiri ke PC skema kanan, apabila terdapat balasan maka PC sudah saling terhubung.
Diagnosa dan Troubleshooting:
- Pada saat memasukkan default gateway terjadi kekeliruan karena desain menggunakan 2 server sehingga solusinya adalah meningkatkan ketelitian saat pembuatan jaringan ini.
- Saat melakukan PING antar PC yang berbeda kelompok akan muncul tulisan Requested Time Out pada percobaan pertama tetapi akan normal ketika percobaan kedua. Solusinya adalah melakukan dua kali PING untuk memastikan apakah kedua PC sudah saling terhubung atau belum.
Kesimpulan:
- Subnet mask adalah teknik pemecahan jaringan agar lebih efisien, subnet mask berfungsi untuk membedakan Network ID dan Host ID.
- Subnet mask dapat membatasi jumlah client yang terhubung pada server.
- Selain
menggnakan kabel data dapat dikirim menggunakan media gelombang/udara

















Comments
Post a Comment