Konfigurasi Web Server dan Simulasi VLAN Pada Cisco Packet Tracer

KONFIGURASI WEB SERVER &

SIMULASI VLAN PADA CISCO PACKET TRACER

Postingan  ini membahas tentang Konfigurasi Web Server dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer. Pada praktikum ini dijelaskan bagaimana cara mengkonfigurasi Web Server. Web Server adalah perangkat lunak yang berfungsi sebagai penerima permintaan yang dikirimkan melalui browser kemudian memberikan tanggapan permintaan dalam bentuk halaman situs web atau lebih umumnya dalam dokumen HTML.Pada postingan ini juga dibahas tentang simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer. Virtual Local Area Network (VLAN) adalah kumpulan perangkat di satu atau lebih jaringan LAN yang dikonfigurasikan oleh perangkat lunak sehingga perangkat dapat berkomunikasi satu sama lain seolah-olah perangkat tersebut terpasang pada saluran yang sama di mana Perangkat sebenarnya menaungi sejumlah segmen LAN yang berbeda.

Langkah-langkah:

a. Simulasi VLAN 
  1. Membuka Cisco Packet Tracer sehingga terlihat lembar kerja
  2.  Membuat desain jaringan, pada praktikum ini saya menggunakan 20 PC, 5 server, 1 Switch, 1 router , dan 5 Access Point.
  3. Menyambungkan device dengan access point. Dengan cara mengklik dua kali pada access point lalu menekan menu config dan memilih port 1 kemudian mengganti SSID dengan nama yang berbeda  pada setiap kelompok, melakukan langkah ini untuk seluruh access point.
  4. Selanjutnya untuk menyambungkan PC ke access point dapat dilakukan dengan dilakukan dengan menglik salah satu PC kemudian akan tampil menu physical lalu menekan button Zoom out untuk menampilkan keseluruhan PC, kemudian mengklik tombol merah untuk mematikan PC. Lalu melepas LAN card yang ada di PC. 
  5. Selanjutnya untuk memasang WLAN card klik pilihan WMP300N pada menu bagian kiri lalu drag menuju bagian PC yang kosong. Kemudian aktifkan lagi PC dengan menekan kembali tombol merah. 
  6. Untuk menghubungkan PC dengan Access Point dilakukan dengan cara memilih menu desktop kemudian memilih pilihan PC Wireless lalu memilih pilihan Connect, menekan tombol refresh kemudian memilih nama access point yang sesuai lalu menekan button connect.
  7. Melakukan langkah 4-6 ke seluruh PC yang akan dihubungkan ke Access Point. 
  8. Selanjutnya untuk menyambungkan Server ke access point dapat dilakukan dengan dilakukan dengan menglik salah satu Server kemudian akan tampil menu physical lalu menekan button Zoom out untuk menampilkan keseluruhan PC, kemudian mengklik tombol merah untuk mematikan Server. Lalu melepas LAN card yang ada di Server.
  9.   Selanjutnya untuk memasang WLAN card klik pilihan WMP300N pada menu bagian kiri lalu drag menuju bagian Server yang kosong. Kemudian aktifkan lagi Server dengan menekan kembali tombol merah. 
  10. Setelah itu menekan menu config dan memilih pilihan Wireless0 dan mengganti SSID sesuai dengan Access Point yang ingin dihubungkan
  11.  Melakukan langkah 8-10 ke seluruh Server yang akan dihubungkan ke Access Point.
  12. Menghubungkan seluruh Access Point, router ke Switch menggunakan pengkabelan Straight  dengan ketentuan Fast Ethernet 0/1 dihubungkan dengan Access Point A, Fast Ethernet 0/5 di hubungkan dengan dengan Access Point B, Fast Ethernet 0/9 dihubungkan dengan Access Point C, Fast Ehernet 0/13 dihubungkan dengan Access Point D dan  Fast Ethernet E dihubungkan dengan Access Point E, Fast Ethernet 0/24 dihubungkan ke router.
  13. Selanjutnya untuk konfigurasi Switch ke Access Point dapat dilakukan dengan menekan switch dua kali kemudian memilih menu config lalu memilih pilihan VLAN Database untuk membuat kelompok VLAN, pada desain ini menggunakan 5 kelompok VLAN yaitu VLAN 100,200,300,400,500.Pada menu ini mengisi VLAN Number dan VLAN Name kemudian menekan button Add.
  14. Kemudian mengatur port pada Switch dengan cara mengklik Interface kemudian memilih port yang ingin kita atur, kemudian mengisi VLAN sesuai kelompok yang telah dibuat , disini untuk port 1-4 menggunakan VLAN 100, port 5-8 menggunakan VLAN 200, port 9-12 menggunakan VLAN 300, port 13-15 menggunakan VLAN 400, port 16-20 menggunakan VLAN 500 dan untuk port 24 mengganti button Access menjadi button trunk karena akan diisi oleh router.
  15. Selanjutnya mengatur IP Address pada masing masing server. Dengan cara mengklik server dua kali kemudian memilih menu desktop dan memilih pilihan IP Configuration lalu memilih pilihan static dan mengisi IP Addres, Subnet mask, Default Gateway. Kemudian beralih ke menu services lalu menekan button ON, mengisi Default gateway,Start IP Address, Subnet Mask, dan Maximum number of User dan mengklik button Save. IP Address,Subnet Mask,Default Gateway,Start IP Address,dan Maximum Number of User yang digunakan adalah:    Lab A :
    IP Address                            : 192.168.1.1
    Subnet mask                         : 255.255.255.255.248
    Default Gateway                  : 192.168.1.6
    Start IP Address                   :192.168.1.2
    Maximum Number of User  : 6
    Lab B :
    IP Address                            : 192.168.2.1
    Subnet mask                         : 255.255.255.255.248
    Default Gateway                  : 192.168.2.6
    Start IP Address                   :192.168.2.2
    Maximum Number of User  : 6
    Lab C :
    IP Address                            : 192.168.3.1
    Subnet mask                         : 255.255.255.255.248
    Default Gateway                  : 192.168.3.6
    Start IP Address                   :192.168.3.2
    Maximum Number of User  : 6
    Lab D :
    IP Address                            : 172.17.10.1
    Subnet mask                         : 255.255.255.254.0
    Default Gateway                  : 172.17.10.6
    Start IP Address                   : 172.17.10.2
    Maximum Number of User  : 6
    Lab E :
    IP Address                            : 172.17.20.1
    Subnet mask                         : 255.255.255.254.0
    Default Gateway                  : 192.168.20.6
    Start IP Address                   :192.168.20.2
                 Maximum Number of User  : 6 
  16. Mengatur DHCP dilakukan dengan mengubah IP pada masing-masing PC di dengan mengklik dua kali end device kemudian memilih menu IP Configuration,dan menekan button DHCP. Jika muncul tulisan DHCP Request Succesful maka pengaturan DHCP pada PC tersebut berhasil
  17. Melakukan konfigurasi router dengan mengkilk dua kali router lalu memilih menu config dan memilih pilihan FastEthernet 0/0 dan mengkatiflan button ON. Kemudian memlih menu CLI dan memasukan perintah sebagai berikut: ·       Untuk Konfigurasi VLAN 100
    Router#enable
    Router#configure terminal
    Router(config)# interface fa 0/0.100
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 100
    Router(config-subif)#ip address 192.168.1.6 255.255.255.248
    Router(config-subif)#exit
    Router(config)exit
    ·       Untuk Konfigurasi VLAN 200
    Router#enable
    Router#configure terminal
    Router(config)# interface fa 0/0.200
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 200
    Router(config-subif)#ip address 192.168.2.6 255.255.255.248
    Router(config-subif)#exit
    Router(config)exit
    ·       Untuk Konfigurasi VLAN 300
    Router#enable
    Router#configure terminal
    Router(config)# interface fa 0/0.300
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 300
    Router(config-subif)#ip address 192.168.3.6 255.255.255.248
    Router(config-subif)#exit
    Router(config)#exit
    ·       Untuk Konfigurasi VLAN 400
    Router#enable
    Router#configure terminal
    Router(config)# interface fa 0/0.400
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 400
    Router(config-subif)#ip address 172.17.10.6 255.255.254.0
    Router(config-subif)#exit
    Router(config)exit
    ·       Untuk Konfigurasi VLAN 500
    Router#enable
    Router#configure terminal
    Router(config)# interface fa 0/0.500
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 500
    Router(config-subif)#ip address 172.17.20.6 255.255.254.0
    Router(config-subif)#exit
    Router(config)#interface 0/0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit
    Router(config-if)#exit
  18. Melakukan tes PING untuk memastikan PC sudah saling terhubung.
b. Konfigurasi Web Server
  1. Untuk membuat konfigurasi Web Server, masih menggunakan desain dan pengaturan yang sama dengan simulasi VLAN.
  2.  Kemudian mengklik server dua kali, lalu memilih menu services dan memilih pilihan HTML. Lalu memastikan button HTTP dan HTTPS berada pada posisi ON, kemudian mengklik index.html pada kolom edit. 
  3. Kemudian menghapus seluruh isi dari file index.html dan menggantinya dengan perintah berikut, kemudian mengklik button Save dan memilih yes.·       Untuk Setting Server A
    --<html>
    --<head>
    -- <title>Universitas Lambung Mangkurat</title>
    --</head>
    --<body>
    -- <h1 align="center">www.unlam.ac.id</h1>
    -- <hr></hr>
    -- <h3><b><u>...::: SERVER :::...</u></b></h3>
    -- <p>...::: Selamat Datang di Server A :::...</p>
    --</body>
    --</html>
    ·       Untuk Setting Server B
    --<html>
    --<head>
    -- <title>Universitas Lambung Mangkurat</title>
    --</head>
    --<body>
    -- <h1 align="center">www.unlam.ac.id</h1>
    -- <hr></hr>
    -- <h3><b><u>...::: SERVER :::...</u></b></h3>
    -- <p>...::: Selamat Datang di Server B:::...</p>
    --</body>
    --</html>
    ·       Untuk Setting Server C
    --<html>
    --<head>
    -- <title>Universitas Lambung Mangkurat</title>
    --</head>
    --<body>
    -- <h1 align="center">www.unlam.ac.id</h1>
    -- <hr></hr>
    -- <h3><b><u>...::: SERVER :::...</u></b></h3>
    -- <p>...::: Selamat Datang di Server C :::...</p>
    --</body>
    --</html>
    ·       Untuk Setting Server D
    --<html>
    --<head>
    -- <title>Universitas Lambung Mangkurat</title>
    --</head>
    --<body>
    -- <h1 align="center">www.unlam.ac.id</h1>
    -- <hr></hr>
    -- <h3><b><u>...::: SERVER :::...</u></b></h3>
    -- <p>...::: Selamat Datang di Server D :::...</p>
    --</body>
    --</html>
    ·       Untuk Setting Server E
    --<html>
    --<head>
    -- <title>Universitas Lambung Mangkurat</title>
    --</head>
    --<body>
    -- <h1 align="center">www.unlam.ac.id</h1>
    -- <hr></hr>
    -- <h3><b><u>...::: SERVER :::...</u></b></h3>
    -- <p>...::: Selamat Datang di Server E:::...</p>
    --</body>

  4.  Melakukan langkah 2-3 sampai semua server sudah diatur HTTP-nya.
  5. Selanjutnya mengklik salah satu PC dan memilih menu desktop kemudian memilih pilihan Web Browser.
  6. Kemudian mengetikkan URL sesuai IP Server yang ingin di cek Web Browser-nya lalu mengklik button Go dan tampilan Web Browser akan seperti gambar berikut: 


Diagnosa dan Troubleshooting:
  1. Device akan terhubung ke Access Point yang tidak sesuai dengan kelompoknya. Solusinya adalah dengan mengubah nama  SSID dan melakukan pengaturan pada setiap device agar Device dapat terhubung ke access point yang sesuai.
  2. Saat menghubungkan Access Point dengan switch tidak bisa memasukan ke sembarang port. Solusinya adalah meningkatkan ketelitian saat memilih port yang akan digunakan
  3. .Saat mengetik CLI praktikan salah memasukan perintah sehingga muncul tulisan “Invalid input detected” sehingga praktikan harus mnegulang perintah. Solusinya adalah meningkatkan ketelitian saat menulis perintah.

Kesimpulan:
  1. Web Server adalah perangkat lunak yang berfungsi sebagai penerima permintaan yang dikirimkan melalui browser kemudian memberikan tanggapan permintaan dalam bentuk halaman situs web atau lebih umumnya dalam dokumen HTML.
  2. Virtual Local Area Network (VLAN) adalah kumpulan perangkat di satu atau lebih jaringan LAN yang dikonfigurasikan oleh perangkat lunak sehingga perangkat dapat berkomunikasi satu sama lain seolah-olah perangkat tersebut terpasang pada saluran yang sama di mana Perangkat sebenarnya menaungi sejumlah segmen LAN yang berbeda





Comments

Post a Comment